Kisah Nabi Yusya bin Nun dan Berputarnya Matahari Mengelilingi Bumi dalam Literatur Islam dan Nasrani

Oleh Chandra Abu Maryam

Kisah Nabi Yusya bin Nun dan Berputarnya Matahari Mengelilingi Bumi dalam Literatur Islam dan Nasrani

 

Rujukan dalam hadits di Shahih Bukhari nomor 3124.

Narrated Abu Huraira:

The Prophet () said, “A prophet amongst the prophets carried out a holy military expedition, so he said to his followers, ‘Anyone who has married a woman and wants to consummate the marriage, and has not done so yet, should not accompany me; nor should a man who has built a house but has not completed its roof; nor a man who has sheep or shecamels and is waiting for the birth of their young ones.’ So, the prophet carried out the expedition and when he reached that town at the time or nearly at the time of the `Asr prayer, he said to the sun, ‘O sun! You are under Allah’s Order and I am under Allah’s Order O Allah! Stop it (i.e. the sun) from setting.’ It was stopped till Allah made him victorious. Then he collected the booty and the fire came to burn it, but it did not burn it. He said (to his men), ‘Some of you have stolen something from the booty. So one man from every tribe should give me a pledge of allegiance by shaking hands with me.’ (They did so and) the hand of a man got stuck over the hand of their prophet. Then that prophet said (to the man), ‘The theft has been committed by your people. So all the persons of your tribe should give me the pledge of allegiance by shaking hands with me.’ The hands of two or three men got stuck over the hand of their prophet and he said, “You have committed the theft.’ Then they brought a head of gold like the head of a cow and put it there, and the fire came and consumed the booty. The Prophet () added: Then Allah saw our weakness and disability, so he made booty legal for us.” (Shahih al Bukhari : 3124).

Rujukan dalam Injil, Joshua 10:12–13

Then Joshua spoke to the Lord in the day when the Lord delivered up the Amorites before the children of Israel, and he said in the sight of Israel:

“Sun, stand still over Gibeon;

And Moon, in the Valley of Aijalon.”

So the sun stood still,

And the moon stopped,

Till the people had revenge

Upon their enemies.

 

Nama nabi yang dikisahkan ini adalah Yusya anak dari Nun, anak dari Ephraim, anak dari Nabi Yusuf (Joseph), anak dari Nabi Ya’qub (Jacob), anak dari Nabi Ishaaq (Isaac), anak dari Nabi Ibrahim (Abraham).[1] Dalam literatur Nasrani dia dikenal dengan nama Joshua.

Selama 40 tahun bani Israel berkelana di gurun sebagai hukuman dari Allah karena ketidaktaatan mereka. Sepeninggal nabi Musa dan Harun, kepemimpinan bani Israel dipegang oleh Yusya bin Nun.[2]

Nabi Yusya bin Nun berencana menaklukkan Jerusalem yang dihuni oleh orang-orang bertubuh besar seperti raksasa[3], dan dia menyeleksi orang yang akan menjadi pasukannya dengan aturan:

  • One who has married a woman and wants to consummate to his marriage but has not yet done so;
  • another who has built a house but has not yet erected its roof;
  • and another who has bought goats and pregnant she-camels and is waiting for their offspring;

Siapa yang masuk dalam aturan di atas, tidak menjadi bagian pasukannya.[4] Dengan demikian nabi Yusya bin Nun telah mementingkan dan menitikberatkan kualitas pasukannya daripada kuantitas.

Kemudian berperanglah nabi Yusya bin Nun. Peperangan yang pamungkas terjadi pada hari Jum’at.[5] Peperangan hampir dimenangkan oleh nabi Yusya bin Nun menjelang matahari terbenam. Dalam aturan bani Israel tidak boleh bekerja dan berperang pada hari Sabtu, dan pergantian hari dalam aturan Yahudi (dan juga Islam) hari berikutnya dimulai dengan terbenamnya matahari. Nabi Yusya bin Nun khawatir bila perang ini tidak bisa dituntaskan sebelum terbenamnya matahari, maka pihak lawan mampu memulihkan kondisinya. Maka nabi Yusya menunjuk ke matahari dan berkata

“You are receiving orders and I am receiving orders from Allah, O Allah stop the sun!”[6]

Kemudian Allah mengabulkan doanya dan matahari berhenti agar nabi Yusya bin Nun bisa menuntaskan peperangan dan mendapatkan kemenangan menaklukkan Jerusalem. Ini menjadi pelajaran bagi kita, bila kita dekat dengan Allah, maka Allah akan menolong dan memudahkan urusan kita.

Dari hadits di atas dan juga kutipan dari Injil sama-sama menjelaskan satu hal yaitu berputarnya matahari mengelilingi bumi. Berkata al ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf di bukunya ketika menjelaskan hadits Bukhari di atas,

“Sisi pengambilan dalil dari hadits ini juga sangat jelas bahwa Sang Nabi tersebut tatkala mengetahui bahwa matahari akan tenggelam –padahal aturan perang pada zaman dahulu kalau sudah tenggelam matahari maka tidak boleh meneruskan serangan- maka dia berdoa kepada Allah untuk menahan matahari. Seandainya yang bergerak itu bumi, maka dia akan berdoa kepada Allah agar menahan gerakan rotasi bumi.”[7]

Berkata al ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf pada bagian lain di buku tersebut,

“Padahal telah maklum dalam kaidah ilmu bahasa Arab bahwa pada dasarnya ucapan itu dibawa pada hakikatnya. Dan di antara bentuk hakikat adalah kalau sebuah fi’il atau kata kerja disandarkan pada sesuatu maka dialah yang melakukannya dan bukan lainnya”.[8] [9]

Dalam hal ini nabi Yusya bin Nun baik dalam hadits dan juga kutipan di Injil telah mengucapkan kalimat yang meminta matahari untuk berhenti. Dengan demikian disimpulkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam berkata,

“The sun has never stopped for any man besides Yusha when he wanted to conquer Bayt al-Muqaddis.”[10]

Sebuah literatur menyebutkan mengapa bani Israel tidak bisa memasuki Jerusalem dan berkelana 40 tahun di gurun karena ketidaktaatan mereka kepada Allah sampai generasi tersebut habis dan lahir generasi baru yang akan diberikan kemenangan.

Under the leadership of Yusha ibn Nun, Bani Isra’il is made victorious and returns to the Holy Land, an event which did not occur under Musa or Harun (who both passed away whilst Bani Isra’il was still in the wilderness). The Prophet, sallallahu ‘alayhi wa sallam, gives us a clue as to why this victory was delayed when he said:

“None of the ones who worshipped the calf entered into Jerusalem.”[11]

Disebutkan lagi

Allah made them stay in the wilderness for 40 years until all of that generation had passed away. And they were replaced by a new generation raised in freedom and taught the guidance of the Taurah by Musa and Harun, and it was this generation that was given the victory.[12]

Nabi Yusya bin Nun hidup sampai usia 127 tahun.[13]

Hadits dari Imam Bukhari nomor 3124 di atas pun menjelaskan bahwa pada masa itu harta rampasan perang tidak boleh diambil, tetapi untuk umat Islam harta rampasan perang dibolehkan. Apa yang dikisahkan tentang nabi Yusya bin Nun dalam hadits lebih lengkap daripada yang dikisahkan dalam Injil.

Tertahannya matahari tidak satu hari tetapi hanya beberapa saat menjelang matahari terbenam. Ada sebuah artikel yang mengutip Injil Joshua tersebut, kemudian artikel tersebut menjelaskan hari yang hilang selama 23 jam lebih 20 menit. Berarti hampir satu hari penuh. Ini jelas tidak benar. Apalagi bila dibenturkan dengan ayat Joshua tersebut, bahwa matahari dan bulan sudah tampak, ini berarti sudah hampir terbenam matahari. Dengan demikian apa yang dikisahkan oleh hadits dalam Bukhari nomor 3124 lebih bisa dipahami daripada apa yang dijelaskan dalam Injil. Meski keduanya (hadits dan ayat dalam Injil) sama-sama menjelaskan berputarnya matahari mengelilingi bumi.

 

(ditulis di Bogor, ba’da Isya’ 19 Rabiul Akhir 1439 H/7 Januari 2018 M)

 

[1] https://thethinkingmuslim.com/2016/01/11/yusha-ibn-nun-the-only-man-for-whom-the-sun-was-stopped/

[2] https://thethinkingmuslim.com/2016/01/11/yusha-ibn-nun-the-only-man-for-whom-the-sun-was-stopped/

[3] http://sunnahonline.com/library/stories-of-the-prophets/621-story-of-yusha-ibn-nun-joshua-the

[4] Lihat Shahih Bukhari 3124

[5] https://thethinkingmuslim.com/2016/01/11/yusha-ibn-nun-the-only-man-for-whom-the-sun-was-stopped/

[6] http://sunnahonline.com/library/stories-of-the-prophets/621-story-of-yusha-ibn-nun-joshua-the

[7] Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf, “Matahari Mengelilingi Bumi, Sebuah Kepastian al Qur’an dan as Sunnah serta Bantahan Terhadap Teori Bumi Mengelilingi Matahari”, Pustaka al Furqon, Rabiul Awwal 1437 H (April 2006)

[8] Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf, “Matahari Mengelilingi Bumi, Sebuah Kepastian al Qur’an dan as Sunnah serta Bantahan Terhadap Teori Bumi Mengelilingi Matahari”, Pustaka al Furqon, Rabiul Awwal 1437 H (April 2006)

[9] Ini juga berlaku pada bahasa yang lainnya.

[10] http://sunnahonline.com/library/stories-of-the-prophets/621-story-of-yusha-ibn-nun-joshua-the

[11] http://sunnahonline.com/library/stories-of-the-prophets/621-story-of-yusha-ibn-nun-joshua-the

[12] http://sunnahonline.com/library/stories-of-the-prophets/621-story-of-yusha-ibn-nun-joshua-the

[13] https://thethinkingmuslim.com/2016/01/11/yusha-ibn-nun-the-only-man-for-whom-the-sun-was-stopped/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s