Syarat Agar Sebuah Jurnal Terindeks di Google Scholar, DOAJ, dan Scopus

Buat para pengelola jurnal elektronik, perlu kiranya jurnal yang dia kelola untuk terindeks di Google Scholar, kemudian Directory of Open Access Journals (DOAJ), dan terakhir Scopus. Itu tahapan indeksasi jurnalnya. Tulisan ini sekedar catatan saja syarat-syarat apa yang perlu disiapkan agar bisa terindeks pada situs-situs tersebut. Tulisan ini terinspirasi dari pertanyaan seseorang yang masuk ke email saya. Agar tidak salah paham, tulisan ini sekedar catatan saja dan saya bukanlah seorang yang ahli dalam hal ini.

Baca selengkapnya di sini.

hchandraleka-syarat-terindeks-di-gs-doaj-scopus

Mengetahui Tingkat Sitasi dan h-Indeks Seorang Peneliti di Scopus

Tingkat kepakaran seorang peneliti dapat dilihat dari berbagai hal. Salah satunya adalah banyaknya tulisan yang dihasilkan dan dikutip (disitasi) oleh orang lain. Apalagi bila tulisan dan tingkat sitasinya itu dikeluarkan oleh sebuah lembaga yang kredibel semacam Scopus.

Untuk kepentingan tertentu, perlu bagi kita mengetahui tingkat sitasi dan nilai h-indeks seorang peneliti berdasarkan Scopus. Bagaimana caranya? Dijelaskan di bawah ini.

Baca selengkapnya di sini.

hchandraleka-mengetahui-tingkat-sitasi-h-indeks-peneliti-scopus

Mengetik dengan Google Docs

Tulisan kali ini menjelaskan tentang mengetik dengan menggunakan Google Docs. Apa itu? Google Docs adalah perangkat/aplikasi buatan Google berbasis web yang dapat digunakan untuk mengetik dokumen. Salah satu keuntungannya adalah dokumen yang telah kita ketikkan langsung tersimpan di Cloud Google. Dengan demikian kita tidak usah repot-repot menyimpannya ke dalam flashdisk dan dapat dibuka dan diketik dimana saja sepanjang ada akses Internet.

Baca selengkapnya di sini.

hchandraleka-mengetik-dengan-google-docs

Reading in The Mobile Era

Ada buku bagus dari Unesco, tepatnya ebook, dengan judul ‘Reading in The Mobile Era’. Dari pengantarnya sempat baca hal yang menarik, mengutip suatu istilah dari buku itu yaitu Matthew Effect,

“For unto every one that hath shall be given, and he shall have abundance: but from him that hath not shall be taken away even that which he hath. (Matthew 25:29, King James Version)” (hal. 13).

yang dalam dunia perbukuan kurang lebihnya dikatakan seperti ini,

“People who read often become better readers, and better reading leads to success in school and other areas of life.” (hal. 13).
Jadi teringat pula nasehat para ustadz yang mengutip perkataan para ulama, ‘siapa yang tidak memiliki maka tidak bisa memberi’.
Take a deep look at the ebook here.
Jakarta
30 Dzulhijjah 1435 H/ 24 Oktober 2014 M

Sinkronisasi Library di Mendeley Desktop dengan Cloud-nya

Salah satu aplikasi untuk mempermudah pembuatan daftar pustaka (dikenal dengan nama reference manager) yang tergolong gratis (baca: gratis dengan catatan) adalah Mendeley. Ada sederet kelebihan Mendeley dibanding dengan program sejenis. Salah satunya adalah mendukung penyimpanan personal sampai 2 GB di cloud.

Keuntungan lainnya library Mendeley yang sudah kita buat pada Mendeley Desktop dapat disinkronisasi dengan library di cloud. Ini tentunya menguntungkan sekali apabila komputer / laptop yang kita gunakan rusak, harddisk-nya mengalami masalah atau error yang lain. Atau bisa juga bila kita berganti komputer atau laptop yang lain, kita cukup melakukan sinkronisasi saja dengan data library yang telah ada di cloud, sehingga library yang telah kita bangun di Mendeley akan tetap sama di komputer / laptop mana pun.

Syarat pertama untuk melakukan sinkronisasi library pada Mendeley Desktop dengan cloud adalah tersedianya koneksi Internet. Selain itu akun Mendeley yang digunakan sama antara akun untuk login pada Mendeley Desktop dengan login di situs Mendeley.

Baca selengkapnya di sini.

hchandraleka-sinkronisasi-library-di-mendeley-desktop-dengan-cloud-nya