Mengenal Open Journal Systems

Bagi para pengelola jurnal, harus mengetahui, mengenal dan memahami aplikasi pengelolaan jurnal secara elektronik. Perangkat ini atau tool semacam ini banyak beredar di Internet. Diantaranya adalah DSpace, Eprints, dan Open Journal Systems. Aplikasi tersebut tergolong digital repository tool. Pada kesempatan ini penulis akan mengenalkan perangkat pengelolaan jurnal secara elektronik yang tergolong paling populer, yaitu Open Journal Systems.

Open Journal System

Banyak institusi yang telah mengimplementasikan Open Journal Systems (OJS) untuk mengelola jurnalnya dari mulai pengiriman naskah secara online, proses reviewer, proses copyediting, proses proofreading, dll sampai naskah dapat diterbitkan dalam OJS. Semua proses tersebut dilakukan secara online dan paperless menggunakan OJS.

 

Selengkapnya

Chandra

Kampus Margonda Depok, 12 Oktober 2013, Siang hari

Mengenal Aplikasi Pengelolaan Jurnal secara Elektronik

Bagi para pengelola jurnal, satu rangkaian muara penerbitan jurnal adalah diseminasi. Yaitu menyebarluaskan jurnal yang telah ada ke sebanyak-banyaknya pihak agar dapat dibaca oleh sebanyak-banyaknya orang. Hal ini biasa dilakukan dengan cara memperbanyak oplah atau cetakan. Ini adalah cara konvensional. Cara yang lebih modern, dan ini lebih baik, adalah dengan memanfaatkan internet untuk melakukan diseminasi dari jurnal yang ada. Dengan demikian jurnal yang diterbitkan dapat dibaca oleh jauh lebih banyak orang dan dari berbagai belahan dunia.

Agar sebuah jurnal dapat eksis di Internet tentunya harus mengimplementasikan aplikasi pendukung. Saat ini ada beberapa aplikasi pendukung yang populer yang dapat digunakan untuk melakukan pengelolaan jurnal secara elektronik. Sebut saja misalnya Open Journal System, DSpace, dan Eprints. Aplikasi-aplikasi ini biasa disebut digital repository tool. Dengan aplikasi ini, pengelolaan jurnal yang tadinya berjalan secara manual dapat digantikan menjadi berbasis elektronik. Pada proses manual seorang penulis mengirimkan naskah atau manuskrip artikel ilmiahnya melalui pos atau email ke redaksi jurnal. Kemudian tim jurnal meneruskan naskah artikel ilmiah tersebut ke reviewer untuk ditelaah layak atau tidaknya. Dan seterusnya proses berlanjut dari reviewer ke penulis sampai sebuah artikel diterima untuk diterbitkan dalam sebuah edisi jurnal. Ini proses manual yang biasanya bertumpu pada print out di kertas.

Sedangkan dalam proses elektronik menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut di atas, tidak diperlukan lagi print out pada kertas. Seorang penulis, mengirimkan naskah tulisannya melalui aplikasi tersebut. Kemudian diterima oleh editor dan diteruskan ke reviewer, dan seterusnya sampai dinyatakan layak diterbitkan dalam sebuah edisi jurnal. Semua yang terlibat dalam pengelolaan jurnal tersebut perlu login ke dalam aplikasi yang berbasis web ini. Adapun email hanya sebatas pemberitahuan untuk mengingatkan bahwa ada tugas yang harus dikerjakan dan dia diminta login ke aplikasi tersebut. Dalam pengelolaan jurnal secara elektronik ini, segalanya berbasis paperless.

Selengkapnya.

Pikir Ulang Lagi sebelum Merokok

Yang namanya merokok ternyata sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Dimulai oleh suku Indian di Amerika dalam rangka memuja para dewa atau roh leluhur. Kebiasaan ini kemudian ditiru oleh bangsa Eropa ketika mereka mendarat di benua Amerika dan membawanya ke negeri asalnya. Dari sedikit orang yang merokok, kebiasaan ini sekarang merebak dilakukan oleh banyak orang, dari kakek-kakek sampai yang masih ingusan yang duduk di bangku sekolah dasar. Rokok memang bukan candu, tetapi mempunyai efek mirip candu, sekali merokok susah untuk lepas.

Kalau kita mau sedikit berpikir jernih, ternyata merokok bukanlah kebiasaan yang sehat. Selain itu rokok juga mengandung banyak zat-zat yang berbahaya. Maka dari itu tidak heran bila rokok mempunyai pengaruh yang tidak baik alias jahat bagi kesehatan kita. Kenapa bisa begitu ya? Simak saja tulisan ini.

Klik ini untuk tulisan selengkapnya.